Banyak orang tertarik menggunakan lantai kayu karena tampilannya yang hangat, alami dan mampu meningkatkan estetika. Tidak heran jika jenis lantai ini sering menjadi pilihan untuk hunian, vila, hingga kawasan komersial. Namun, keinginan tersebut kerap diiringi keraguan ketika bangunan berada di area dengan tingkat kelembapan tinggi.
Kondisi lembap memang menjadi tantangan tersendiri bagi penggunaan wood floor. Risiko seperti kayu mengembang, melengkung, hingga berjamur sering membuat pemilik hunian ragu mengaplikasikannya. Akibatnya, banyak orang langsung mengurungkan niat dan beralih ke material lain yang mereka anggap lebih aman.
Lantai Kayu di Area Lembap, Apakah Mustahil?
Faktanya, penggunaan lantai berbahan kayu di area lembap bukanlah hal yang mustahil. Kayu tetap dapat pengguna manfaatkan secara optimal meskipun berada di lingkungan dengan tingkat kelembapan tinggi. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan saat akan memulai pemasangan.
- Pilih Jenis Kayu yang Tepat
Untuk area lembap, sebaiknya hindari penggunaan lantai kayu solid murni yang sangat sensitif terhadap perubahan kelembapan. Sebagai alternatif, engineered wood flooring atau bahan kayu olahan menjadi opsi paling aman.
Struktur berlapis pada engineered wood membuatnya lebih stabil dan tidak mudah berubah bentuk. Jika ingin tetap memakai kayu asli, pertimbangkan memilih jati atau merbau yang memiliki ketahanan alami terhadap kelembapan. Supaya lebih aman, jangan lupa menambahkan pelapis atau finishing tambahan sebagai pelindung ganda.
- Perhatikan Sistem Pemasangan
Metode pemasangan memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan lantai kayu di area lembap. Sistem floating floor sering direkomendasikan karena memberikan ruang bagi lantai untuk beradaptasi terhadap perubahan kelembapan.
Selain itu, penggunaan lapisan underlayer dan moisture barrier sangat bagus. Tujuannya untuk mencegah uap air dari lantai dasar naik ke permukaan kayu. Pastikan pula proses pemasangan oleh tenaga profesional agar celah, sambungan dan finishing terpasang secara presisi.
- Jaga Sirkulasi Udara dan Perawatan Rutin
Selain pemilihan material dan pemasangan, faktor lingkungan juga tidak kalah penting. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mengontrol tingkat kelembapan. Penggunaan exhaust fan atau dehumidifier dapat menjadi solusi tambahan. Terutama pada ruangan tertutup.
Untuk perawatan, hindari mengepel lantai dengan air berlebihan. Gunakan kain lembap dan produk pembersih khusus lantai kayu agar permukaan tetap terjaga.
Menggunakan lantai kayu di area lembap memang membutuhkan perhatian ekstra, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin. Dengan memilih bahan terbaik, menerapkan sistem pemasangan secara tepat, serta melakukan perawatan rutin, lantai tetap dapat tampil indah sekaligus awet.
